Download ebooknyahttp://q.gs/E2F3I
NASIHAT
[GEMPA DAN BENCANA ALAM]
Sesungguhnya Allah Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui terhadap semua yang dilaksanakan dan ditetapkan-Nya. Sebagaimana juga Allah Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui terhadap semua syari’at dan semua yang diperintahkan-Nya.
Allah menciptakan tanda-tanda apa saja yang dikehendakiNya, dan menetapkannya untuk menakut-nakuti hambaNya. Mengingatkan terhadap kewajiban mereka, yang merupakan hak Allah Azza wa Jalla. Juga Mengingatkan mereka dari perbuatan syirik, dan juga perbuatan-perbuatan dosa dan kemaksiatan lainnya (yang terus-menerus mereka lakukan) dibumi Allah.
Sebagaimana firman Allah;
“Dan tidaklah Kami memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti”.[Qs. Al Israa` : 59].
Juga FirmanNya :
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa al Qur`an itu benar. Dan apakah Rabb-mu tidak cukup (bagi kamu), bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu”. [Qs. Fushilat : 53].
Allah berfirman :
“Katakanlah (Wahai Muhammad) : “Dia (Allah) Maha Berkuasa untuk mengirimkan adzab kepada kalian, dari atas kalian atau dari bawah kaki kalian, atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan), dan merasakan kepada sebagian kalian keganasan sebahagian yang lain”. [Qs. Al An’am : 65].
MAKA JELASLAH, gempa yang terjadi pada masa-masa ini di beberapa tempat juga bencana alam lainnya yang terjadi, termasuk ayat-ayat (tanda-tanda) kekuasaan yang digunakan Allah untuk menakut-nakuti para hambaNya. Semua yang terjadi di alam ini, (yakni) berupa gempa dan peristiwa lain yang menimbulkan bahaya bagi para manusia serta menimbulkan berbagai macam penderitaan, disebabkan oleh perbuatan syirik dan maksiat (perbuatan dosa mereka sendiri).
Allah berfirman:
“Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, .... [Qs. Asy Syuura : 30].
Allah berfirman :
“Nikmat apapun yang kamu terima, maka itu dari Allah, dan bencana apa saja yang menimpamu, maka itu karena (kesalahan) dirimu sendiri”. [Qs. an Nisaa` : 79].
"TENTANG UMAT-UMAT TERDAHULU",
Allah mengabarkannya di dalam Al-Qur'an, dengan firman-Nya;
“Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur (halilintar), dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri”. [Qs. Al Ankabut : 40].
MAKA HENDAKLAH SETIAP MUSLIM, agar senantiasa bertobat & bertakwa kepada Allah, serta waspada terhadap semua yang dilarang Allah kepadanya, yaitu berupa perbuatan syirik dan maksiat serta perbuatan-perbuatan dosa yang selainnya. Sehingga, mereka selamat dari seluruh keburukan-keburukan di dunia dan akhirat, serta Allah menolak semua adzab dari mereka, dan menganugerahkan kepada mereka segala jenis kebaikan.
Sebagaimana firman-Nya;
“Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. [Qs. al A’raaf : 96].
Allah berfirman (didalam Al-Qur'an) tentang Ahli Kitab;
“Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan (al Qur`an) yang diturunkan kepada mereka dari Rabb-nya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka”. [Qs. al Maidah : 66].
Allah berfirman:
“Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari adzab Allah kecuali orang-orang yang merugi”. [Qs. al A’raaf : 97-99].
Al Allamah Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan : “Pada sebagian waktu, Allah Azza wa Jalla memberikan ijin kepada bumi untuk bernafas, lalu terjadilah gempa yang dahsyat. Dari peristiwa itu, lalu timbul rasa takut pada diri hamba-hamba Allah, rasa taubat dan berhenti dari perbuatan maksiat, tunduk kepada Allah Azza wa Jalla dan juga rasa penyesalan (atas dosa-dosa mereka).
Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu, pasca gempa di Madinah menyampaikan khutbah dan nasihat; beliau Radhiyallahu ‘anhu mengatakan,’Jika terjadi gempa lagi, saya tidak akan mengijinkan kalian tinggal di Madinah’.”
Atsar-atsar dari Salaf tentang hal ini sangat banyak. Maka saat terjadi gempa atau peristiwa bencana alam lainnya, seperti gerhana, angin ribut atau banjir, MAKA HENDAKLAH segera bertaubat kepada Allah Azza wa Jalla, merendahkan diri kepadaNya dan memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya.
Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (ketika terjadi gerhana);
“Jika kalian melihat hal itu, maka segeralah berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla, berdo’a dan beristighfar kepadaNya”. [HR. Al-Bukhari dan Muslim].
Bertakwalah kepada Allah, janganlah berpaling dari perintah & peringatan-Nya, ..... sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar